sespamardi@gmail.com
Apa Itu Dividen dan Bagaimana Cara Mendapatkannya: Panduan Lengkap untuk Pemula

Bagi kamu yang baru mengenal dunia investasi saham, istilah dividen mungkin sudah sering terdengar. Namun, masih banyak yang belum memahami secara jelas apa itu dividen dan bagaimana cara mendapatkannya.
Padahal, dividen bisa menjadi sumber penghasilan pasif yang menarik bagi para investor.
Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian dividen, jenis-jenisnya, cara perusahaan membagikannya, hingga langkah-langkah agar kamu bisa memperoleh dividen dari saham yang kamu miliki.
Apa Itu Dividen?
Secara sederhana, dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham.
Setiap kali perusahaan mendapatkan laba bersih, sebagian dari keuntungan tersebut dapat dibagikan kepada para pemegang saham sesuai dengan jumlah kepemilikan sahamnya.
Contohnya begini:
Jika kamu memiliki 1.000 lembar saham dari perusahaan yang memutuskan membagikan dividen sebesar Rp100 per lembar, maka kamu akan menerima Rp100.000 sebagai dividen.
Mengapa Perusahaan Membagikan Dividen?
Dividen dibagikan sebagai bentuk apresiasi kepada para investor yang telah menanamkan modal dan mempercayakan dananya untuk mengembangkan perusahaan.
Selain itu, pembagian dividen juga menjadi sinyal bahwa perusahaan memiliki kinerja keuangan yang baik dan mampu menghasilkan laba.
Namun, tidak semua perusahaan selalu membagikan dividen setiap tahun.
Ada juga yang memilih untuk menahan laba (retained earnings) guna memperbesar modal kerja atau membiayai ekspansi bisnis.
Jenis-Jenis Dividen yang Perlu Kamu Ketahui
Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda dalam membagikan dividen.
Secara umum, berikut jenis-jenis dividen yang paling sering digunakan:
| Jenis Dividen | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Dividen Tunai | Dibayarkan dalam bentuk uang tunai langsung ke rekening investor. |
| Dividen Saham | Diberikan dalam bentuk tambahan saham, bukan uang. |
| Dividen Barang (Property Dividend) | Pembagian dividen berupa aset fisik (jarang digunakan). |
| Dividen Skrip | Janji pembayaran di masa mendatang dalam bentuk surat hutang sementara. |
Dari semua jenis di atas, dividen tunai paling umum diterapkan karena sederhana dan mudah dipahami oleh pemegang saham.
Bagaimana Cara Mendapatkan Dividen?
Untuk mendapatkan dividen, kamu tidak perlu menjadi karyawan perusahaan tersebut — cukup menjadi pemegang saham dari perusahaan yang membagikan dividen.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Beli Saham dari Perusahaan yang Rutin Bagi Dividen
Pilih perusahaan yang dikenal memiliki kinerja keuangan stabil dan rutin membagikan dividen setiap tahun.
Kamu bisa mengecek riwayat pembagian dividen di situs Bursa Efek Indonesia (BEI) atau di laporan tahunan perusahaan.
2. Pahami Tanggal Penting dalam Pembagian Dividen
Ada beberapa tanggal penting yang perlu kamu perhatikan:
- Cum Date: Batas terakhir kamu harus memiliki saham agar berhak atas dividen.
- Ex Date: Hari pertama kamu tidak lagi berhak atas dividen.
- Recording Date: Tanggal pencatatan resmi pemegang saham yang berhak.
- Payment Date: Tanggal pembayaran dividen ke rekening investor.
Jika kamu membeli saham setelah tanggal cum date, kamu tidak akan mendapatkan dividen meskipun masih memiliki sahamnya.
3. Tunggu Pembayaran Dividen
Setelah melalui proses Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan penetapan jadwal, dividen akan otomatis masuk ke rekening dana nasabah (RDN) kamu pada tanggal pembayaran.
Kamu tidak perlu melakukan apa pun, karena prosesnya berjalan otomatis melalui sistem sekuritas.
Cara Menghitung Dividen yang Kamu Terima
Cara menghitung dividen sangat sederhana.
Kamu hanya perlu mengetahui jumlah saham yang kamu miliki dan besaran dividen per lembar saham.
Rumus:
💰 Dividen yang diterima = Jumlah saham × Dividen per saham
Contoh:
Kamu memiliki 2.000 lembar saham, dan perusahaan mengumumkan dividen tunai sebesar Rp120 per lembar.
Maka kamu akan menerima:
2.000 × Rp120 = Rp240.000
Dividen ini akan otomatis ditransfer ke RDN milikmu sesuai jadwal pembayaran.
Faktor yang Mempengaruhi Pembagian Dividen
Setiap perusahaan memiliki kebijakan sendiri terkait pembagian dividen. Beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut antara lain:
- Laba Bersih Perusahaan – semakin tinggi laba, semakin besar peluang pembagian dividen.
- Kebutuhan Modal – jika perusahaan butuh dana untuk ekspansi, dividen bisa dikurangi.
- Kebijakan Direksi dan Pemegang Saham Mayoritas.
- Kondisi Ekonomi dan Likuiditas Perusahaan.
Keputusan akhir pembagian dividen selalu ditentukan melalui RUPS Tahunan dan tercantum dalam laporan keuangan perusahaan.
Mengapa Dividen Bisa Jadi Sumber Penghasilan Pasif?
Salah satu daya tarik utama investasi saham adalah potensi dividen sebagai penghasilan pasif.
Kamu tidak perlu aktif bekerja untuk mendapatkannya — cukup memiliki saham dari perusahaan yang rutin membagikan laba.
Jika kamu terus menambah jumlah saham setiap tahun, maka nilai dividen yang kamu terima juga akan meningkat.
Strategi ini disebut dividend investing, yaitu berfokus pada saham-saham dengan pembagian dividen rutin dan stabil.
Jadi, apa itu dividen?
Dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham sebagai bentuk imbal hasil investasi.
Untuk mendapatkan dividen, kamu cukup membeli saham dari perusahaan yang sehat, rutin membagikan dividen, dan memperhatikan tanggal penting seperti cum date serta payment date.
Dengan pemahaman yang benar dan strategi yang disiplin, kamu bisa menjadikan dividen sebagai sumber penghasilan pasif jangka panjang dari investasi saham yang aman dan terukur.




