skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com Open 7AM - 8PM

Apa yang menjadi objek pengamatan IPA

Apa yang menjadi objek pengamatan IPA | Berbagai macam objek dapat diamati oleh IPA sebagai akibat dari beragamnya fenomena yang terjadi di bumi. Fenomena tersebut berlangsung secara tiba-tiba atau bisa juga dalam proses yang cukup lama. Fenomena alam tersebut disadari atau tidak, telah memberikan pengaruh terhadap kehidupan di bumi. Kejadian alam yang terjadi prosesnya melibatkan makhluk hidup dan juga unsur-unsur lain kehidupan bumi, seperti tanah, udara, air, dan api.

Objek pengamatan dalam IPA dapat dibagi ke dalam 3 kelompok besar, yaitu objek, tempat, dan cara. Pemahaman yang baik tentang pengamatan IPA akan memudahkan kita untuk mengetahui tentang proses pengamatan objek itu sendiri. Pengamatan merupakan proses untuk mengamati, memperhatikan, dan mengenali suatu objek atau fenomena. Pengamatan terdiri dari dua cara, yaitu dilakukan tanpa menggunakan alat ukur dalam satuan baku dan pengamatan yang menggunakan alat ukur dan satuan baku. Pengamatan dalam IPA biasanya menggabungkan dua jenis pengamatan tersebut untuk memahami sebuah fenomena yang diimplementasikan dalam dua bentuk kegiatan, yaitu penyelidikan dan pengukuran.

Penyelidikan

Penyelidikan merupakan langkah awal pada kegiatan pengamatan. Langkah ini berfungsi untuk mengamati bagian-bagian pada objek yang bisa dilakukan dengan panca indera. Proses ini dapat menjadi pijakan awal untuk memberikan arah kemana proses pengamatan selanjutnya. Salah satu contoh adalah pengamatan yang dilakukan oleh seorang siswa kepada temannya. Dengan panca indera, ia bisa mengamati tinggi, kulit, rambut, bernapas, memiliki denyut dll.

Ada banyak pertanyaan yang dapat muncul dari hasil pengamatan ini, misalnya jika dia berlari-lari, apakah cara bernapasnya tetap? Apakah denyutnya berubah? Nah, pemahaman tentang teman tersebut dapat diperoleh dengan cara penyelidikan. Dalam IPA dikenal istilah yang dinamakan penyelidikan ilmiah, yaitu penyelidikan yang mensyaratkan beberapa proses yang harus dikuasai, yaitu pengamatan, membuat inferensi, dan mampu mengomunikasikan.

Baca juga:  Fungsi Membran Sel Beserta Pejelasannya

Proses pengamatan ini melibatkan pancaindra dan alat ukur untuk melaksanakan pengukuran yang sesuai. Pengamatan berfungsi untuk mengumpulkan data dan informasi. Inferensi berarti memberikan penjelasan berdasarkan hasil pengamatan. Penjelasan ini berfungsi untuk mengetahui pola dan hubungan antar bagian yang sedang diamati, termasuk membuat prediksi. Setelah itu, hasil penyelidikan tersebut harus dapat dikomunikasikan, baik itu secara lisan maupun tulisan menggunakan bagan, grafik, tabel, dan gambar yang sesuai.

Pengukuran dalam Pengamatan

Pengamatan objek dapat saja dilakukan dengan menggunakan panca indra untuk memperoleh deskripsi dari suatu benda. Namun, cara tersebut dirasa belum cukup untuk memperoleh hasil yang tepat. Diperlukan metoda lain yang dapat memberikan hasil yang pasti agar dapat dikomunikasikan dengan orang lain. Hal ini dapat diperoleh dengan cara melakukan pengukuran. Secara sederhana, pengukuran dapat diartikan sebagai membandingkan sesuatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang sesuai. Sesuatu yang diukur itu disebut besaran, sedangkan besaran sejenis yang dipakai disebut satuan. Dengan cara seperti ini, maka objek yang sedang diselidiki dapat hasilnya dapat disajikan dengan angka-angka hasil pengukuran (kuantitatif).

Apa yang menjadi objek pengamatan IPA

Apa yang menjadi objek pengamatan IPA?

Pengamatan dalam IPA terdiri dari objek, tempat, dan cara. Berikut ini penjelasan singkatnya:

  1. Objek, yang dipelajari dalam IPA adalah seluruh benda yang terdapat di alam dengan segala hubungannya untuk dikaji pola-pola keteraturannya. Hal ini sesuai dengan kepanjangan dari IPA itu sendiri yaitu Ilmu Pengetahuan Alam, artinya semua yang terdapat di alam dan diamati oleh pancaindra dapat menjadi objek pengamatan IPA. Objek tersebut dapat berbentuk kecil, seperti bakteri, virus, bahkan partikel penyusun atom. Ataukah, benda-benda yang berukuran besar, seperti matahari, bumi, lautan, hingga alam semesta ini., makhluk hidup (biotik) atau makhluk tak hidup (abiotik).
  2. Tempat, Pengamatan terhadap objek biotik maupun abiotik tersebut dapat dilakukan di mana saja disesuaikan oleh pengukuran apa yang hendak dilakukan. Pengamatan dapat dilakukan di alam terbuka atau bisa juga dilakukan disebuah tempat khusus. Tempat khusus untuk melakukan pengamatan gejala alam tersebut disebut laboratorium. Di dalam laboratorium, banyak ditemukan berbagai macam alat pengukuran. Misalnya, mikroskop digunakan untuk mengamati benda biotik berukuran kecil. Sedangkan, untuk pengamatan abiotik seringkali dilakukan di alam terbuka tanpa atau pun dengan alat khusus.
  3. Cara, Dalam melakukan pengamatan IPA, diperlukan suatu cara atau metode yang bisa membuat pengukuran menjadi lebih mudah dan sistematis. Metode yang umum dipakai dalam IPA adalah metode ilmiah yang dicirikan oleh adanya tahap-tahapan yang digunakan dalam setiap prosesnya.
Baca juga:  Organ Penyusun Sistem Pernapasan Manusia Beserta Fungsinya

Tahapan tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Merumuskan masalah
  • Mengumpulkan informasi
  • Membuat hipotesis
  • Melakukan eksperimen/percobaan
  • Membuat kesimpulan hasil eksperimen
  • Pengujian kesimpulan dengan eksperimen
  • Membuat kesimpulan akhir
  • Membuat laporan hasil percobaan
  • Dipublikasikan

Demikianlah  uraian tentang Objek Pengamatan dalam IPA, semoga bermanfaat.