Cara Bendahara Mengatur Keuangan agar Tertib dan Transparan

Dalam setiap organisasi — baik sekolah, lembaga, desa, maupun komunitas — peran bendahara sangat penting untuk menjaga agar keuangan berjalan dengan tertib, efisien, dan transparan.
Namun, banyak bendahara baru yang masih bingung bagaimana cara mengatur keuangan yang baik dan benar.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara bendahara mengatur keuangan, mulai dari pencatatan, pengeluaran, hingga pelaporan.

1. Pahami Peran dan Tugas Bendahara

Sebelum mengatur keuangan, bendahara harus memahami dulu tugas pokok dan fungsinya.
Secara umum, tugas bendahara meliputi:

  • Menerima dan menyimpan uang yang menjadi tanggung jawab organisasi.
  • Mengatur dan mengeluarkan dana sesuai dengan kebutuhan yang telah disetujui.
  • Mencatat semua transaksi keuangan, baik pemasukan maupun pengeluaran.
  • Menyusun laporan keuangan secara berkala.

Dengan memahami tugas tersebut, bendahara bisa menempatkan setiap kegiatan keuangan sesuai alur administrasi yang benar.

2. Buat Rencana Anggaran (RAB)

Langkah awal dalam mengatur keuangan adalah membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).
RAB berfungsi sebagai panduan agar penggunaan dana tetap terarah.

Tips membuat RAB:

  • Tentukan tujuan kegiatan yang membutuhkan dana.
  • Rinci setiap komponen pengeluaran, seperti peralatan, konsumsi, transportasi, dan lain-lain.
  • Bandingkan dengan dana yang tersedia, agar tidak terjadi defisit.
  • Mintalah persetujuan dari pimpinan atau pengurus sebelum dijalankan.

Dengan adanya RAB, bendahara memiliki batasan dan acuan jelas dalam mengeluarkan uang.

3. Pisahkan Dana Pribadi dan Dana Organisasi

Kesalahan umum bendahara adalah mencampur dana pribadi dengan dana organisasi.
Hal ini bisa menyebabkan kebingungan dan rawan kesalahan laporan.

Solusinya:

  • Gunakan rekening khusus organisasi untuk semua transaksi.
  • Jangan pernah meminjam atau menggunakan dana organisasi untuk kebutuhan pribadi.
  • Simpan bukti transaksi (nota, kwitansi, transfer) secara rapi.

Kedisiplinan ini menjadi dasar dari manajemen keuangan yang bersih dan dapat dipercaya.

4. Catat Semua Transaksi Secara Rutin

Pencatatan adalah kunci utama agar keuangan mudah dikontrol.
Gunakan buku kas atau aplikasi sederhana seperti Microsoft Excel, Google Sheet, atau aplikasi kas digital.

Format sederhana buku kas bendahara:

TanggalKeteranganPemasukanPengeluaranSaldo
1 Nov 2025Dana iuran anggotaRp1.000.000Rp1.000.000
3 Nov 2025Pembelian alat tulisRp150.000Rp850.000

Lakukan pencatatan setiap kali ada transaksi, sekecil apa pun nominalnya.
Konsistensi adalah kunci agar laporan tetap akurat.

5. Gunakan Sistem Laporan Keuangan yang Transparan

Laporan keuangan harus mudah dipahami dan bisa diakses oleh pihak terkait, seperti pimpinan, anggota, atau masyarakat (untuk bendahara desa).

Format laporan yang umum:

  1. Laporan pemasukan
  2. Laporan pengeluaran
  3. Saldo akhir kas
  4. Rekapitulasi bulanan atau triwulan

Tips:

  • Sajikan laporan dalam bentuk tabel dan grafik agar mudah dibaca.
  • Simpan laporan dalam bentuk digital (PDF/Excel) dan cetak jika perlu.
  • Selalu lampirkan bukti transaksi untuk memperkuat keabsahan data.

6. Terapkan Prinsip Akuntabilitas dan Transparansi

Bendahara yang baik tidak hanya pandai menghitung uang, tetapi juga harus jujur dan transparan.
Selalu sampaikan laporan secara terbuka dan tepat waktu.

Beberapa prinsip penting:

  • Akuntabilitas: setiap pengeluaran harus bisa dipertanggungjawabkan.
  • Transparansi: semua pihak berhak mengetahui kondisi keuangan organisasi.
  • Efisiensi: gunakan dana sehemat mungkin tanpa mengurangi kualitas kegiatan.

Dengan prinsip ini, bendahara akan dipercaya dan organisasi akan berkembang secara sehat.

7. Manfaatkan Teknologi untuk Mempermudah Pekerjaan

Saat ini banyak aplikasi keuangan yang dapat membantu bendahara mencatat dan mengelola uang dengan lebih efisien, misalnya:

  • Money Manager
  • BukuKas
  • Google Sheet dengan template kas otomatis
  • Aplikasi keuangan desa atau sekolah (SIMDA, BOS Online, dll)

Teknologi membantu mengurangi kesalahan manual dan mempercepat proses pelaporan.

8. Evaluasi dan Audit Secara Berkala

Terakhir, bendahara perlu melakukan evaluasi keuangan secara rutin, misalnya setiap akhir bulan atau akhir kegiatan.

Langkah evaluasi:

  • Bandingkan antara anggaran dan realisasi.
  • Identifikasi pos pengeluaran yang boros.
  • Diskusikan hasil evaluasi dengan pimpinan atau tim keuangan.
  • Siapkan diri untuk audit internal atau eksternal bila diperlukan.

Evaluasi ini menjaga agar sistem keuangan tetap sehat dan sesuai prosedur.

Kesimpulan

Mengatur keuangan bukan hanya soal menghitung uang masuk dan keluar, tapi juga membangun sistem yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas — mulai dari perencanaan, pencatatan, hingga pelaporan — setiap bendahara dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan dipercaya.