skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com Open 7AM - 8PM

Gambarkan Siklus Air dan Penjelasannya

Gambarkan siklus air | Air merupakan unsur yang penting bagi kehidupan di muka Bumi. 71% dari permukaan bumi mengandung unsur air, yaitu hampir 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta milĀ³). Sebagian besar air terdapat di laut (air asin) dan terdapat pula pada lapisan-lapisan es di kutub dan puncak-puncak gunung. Air juga dapat hadir sebagai awan, uap air, hujan, sungai, danau, muka air tawar lautan es.

Gambarkan siklus air

Air mempunyai siklus yang bergerak secara terus-menerus, yaitu: penguapan, hujan, air mengalir di atas permukaan tanah menuju laut dan kembali menguap. Sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.

gambarkan siklus air

Penguapan merupakan bagian yang penting pada siklus air yang terjadi karena adanya pemanasan air oleh sinar matahari. Penguapan adalah proses perubahan molekul benda cair (misalnya air) secara spontan menjadi gas (uap air). Proses penguapan atau evaporasi merupakan kebalikan dari kondensasi. Evaporasi dapat dilihat dari hilangnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar sinar matahari menjadi gas dengan volume signifikan.

Uap air di udara akan berkumpul hingga terbentuk menjadi awan. Pengaruh suhu menyebabkan partikel uap air yang berukuran kecil dapat bergabung (berkondensasi) menjadi butiran air dan turun hujan. Awan yang telah terbentuk membuat titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan berat, secara perlahan turun karena daya tarik bumi. Sampai pada satu titik di mana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan terjadilah hujan.

Awan selalu berubah-ubah bentuk

Bila titik-titik air di dalam awan bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Hal Inilah yang membuat awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair, sehingga menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan. Hujan yang turun (presipitasi) dapat menguap (berevaporasi) kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah.

Baca juga:  Apa Fungsi Selulosa Pada Tumbuhan

Setelah mencapai tanah, siklus air terus bergerak (transpirasi) secara terus menerus dalam tiga cara yang berbeda:

  1. Evaporasi / transpirasi – Air yang ada di laut, daratan, sungai, tanaman, dan sebagainya menguap ke angkasa (atmosfer) dan menjadi awan. Pada keadaan jenuh, uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (presipitasi) dalam bentuk hujan, salju, hujan es.
  2. Infiltrasi / Perkolasi ke dalam tanah – Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
  3. Air Permukaan – Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai menuju laut.