skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com Open 7AM - 8PM

Jelaskan perbedaan nabi dan rasul

Jelaskan perbedaan nabi dan rasul | Percaya dengan adanya nabi dan rasul merupakan salah satu Rukun Iman yang wajib diyakini oleh orang beriman. Allah mengutus seorang rasul sebagai penyampai wahyu dan pemberi peringatan. Sebagai bukti dari keadilan Allah, tidak akan menyiksa seorang pun, kecuali setelah disampaikan dakwah kepada mereka. Karena itulah hujjah bagi Allah untuk memberikan balasan, baik pahala maupun hukuman bagi para hamba-Nya. Allah berfirman:

Jelaskan perbedaan nabi dan rasul

Jumlah nabi dan rasul yang dikisahkan dalam Al-quran sebanyak 25 orang. Namun sebenarnya nabi dan rasul tersebut jumlahnya sangat banyak. Berdasarkan hadist riwayat Abu Umamah, bahwa Abu Dzar bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berapa jumlah persis para nabi.” Beliau menjawab:

Perbedaan Nabi dan Rasul

  • Seorang Nabi menerima wahyu untuk dirinya sendiri, sedangkan rasul menerima wahyu dari Allah SWT guna disampaikan kepada segenap umatnya.
  • Setiap rasul adalah nabi namun tidak setiap nabi adalah rasul.
  • Rasul diutus dengan membawa syariat yang baru, sedangkan nabi melanjutkan atau menguatkan syariat dari rasul sebelumnya
  • Rasul diutus kepada kaum yang belum beriman (kafir), nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman.
  • Nabi yang pertama adalah Adam ‘alaihissalam, rasul yang pertama adalah Nuh ‘Alaihissalam
  • Nabi hanya mendapatkan wahyu melalui mimpi,
  • Rasul dapat menerima wahu melalui mimpi maupun melalui malaikat serta berkomunikasi secara langsung dengan malaikat.

Perbedaan Nabi dan Rasul menurut pendapat ulama

Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi menerangkan, perbedaan antara nabi dan rasu adalah bahwa orang yang diberikan perintah (wahyu) dari Allah SWT. Jika dia diperintahkan untuk menyampaikannya kepada orang lain maka dia disebut sebagai seorang Nabi dan Rasul. Namun jika dia tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada orang lain maka dia adalah seorang Nabi dan Bukan seorang Rasul. Karena setiap rasul merupakan nabi namun tidak setiap nabi merupakan seorang rasul. (Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf hal 296)

Baca juga:  Jelaskan Pengertian Halalan Thayyiban

Menurut Syeikh ‘Athiyah Saqar, nabi merupakan seorang manusia yang diberikan wahyu oleh Allah SWT kepadanya untuk diamalkan akan tetapi dia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya (menyebarkannya). Sedangkan Rasul merupakan seorang manusia yang diberikan wahyu oleh Allah SWT untuk diamalkan / dilakukan dan dia juga diperintahkan untuk menyampaikannya kepada segenap umatnya. Seorang rasul merupakan nabi namun tidak semua nabi merupakan seorang rasul.