skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com Open 7AM - 8PM

Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat

Keunikan pakaian adat Jawa Barat adalah pakaian dibagi berdasarkan status sosial. Pakaian untuk kalangan bangsawan berbeda dengan pakaian yang dikenakan oleh rakyat biasa. Perbedaan tersebut terletak pada bahan, motif, dan nilai yang terkandung pada pakaian tersebut.

Pakaian adat bangsawan

Pakaian adat yang digunakan oleh bangsawan terbuat dari bahan beludru hitam dan disulam dengan benang emas. Pakaian untuk bangsawan pria terdiri dari jas tutup, celana dengan motif yang hampir sama dan ditambah kain dodot bermotif rengreng parang rusak. Keunikan pakaian adat jawa barat satunya adalah penutup kepala yang disebut dengan bendo. Aksesoris pelengkap lainnya adalah benten atau sabuk emas dan selop hitam sebagai alas kaki. Pakaian yang dikenakan bangsawan memiliki simbol keagungan sehingga desain pakaian ini rumit dan terlihat estetik.

Keunikan pakaian adat jawa barat

Bangsawan wanita mengenakan pakaian berupa kebaya beludru hitam yang di sulam dengan benang emas dan kain kebat dengan motif rereng. Alas kaki yang berupa selop dengan bahan beludru hitam dengan sulaman manik-manik untuk menambah kesan indah. Aksesoris pelengkapnya berupa perhiasan seperti cincin, bros, kalung, dan perhiasan lainnya yang terbuat dari emas. Tusuk konde yang digunakan untuk rambut yang disanggul juga terbuat dari emas. Pelengkap ini menjadikan pakaian kaum bangsawan sangat indah dan memiliki nilai estetis.

Pakaian adat kalangan menengah

Pakaian adat untuk kaum menengah adalah baju bedahan putih dan kain kebat batik serta alas kakinya sandal tarumpah. Pakaian ini digunakan oleh mereka yang bisa dibilang kaum menengah dalam kehidupan sosial. Aksesoris pakaian pria adalah sabuk dan ikat kepala serta arloji dengan rantai emas yang digantungkan di saku baju.

Baca juga:  Hak Prerogatif diartikan Sebagai Kekuasaan

Keunikan pakaian adat jawa barat

Pakaian adat kelas menengah untuk wanita adalah kebaya dengan aneka warna pada bagian atasan. Bagian bawah menggunakan kain kebat batik dengan corak yang beraneka. Aksesoris pelengkapnya adalah beubeur atau ikat pinggang, alas kaki, dan selendang berwarna. Perhiasan berupa gelang, kalung, dan cincin yang terbuat dari emas juga dikenakan sebagai aksesoris yang menambah keindahan pakaian ini.

Pakaian adat kaum bawah

Pakaian adat kaum jelata biasanya menggunakan pakaian yang sederhana. Pakaian pria menggunakan Baju kampret atau baju salontren dengan sarung poleng yang diselempangkan di bahu. Bagian bawah menggunakan celana komprang dengan sabuk dari kulit atau dari kain. Aksesoris tambahan adalah alas kaki berupa terompah dan penutup kepala juga tidak lupa dikenakan.

Pakaian adat untuk wanitanya juga menggunakan pakaian yang bisa dibilang sederhana. Para wanita mengenakan baju kebaya yang juga dilengkapi dengan selendang batik. Mereka juga mengenakan kain batik panjang atau sijak kebat dan beubeur atau ikat pinggang. Kamisol atau kutang juga melengkapi pakaian adat wanita yang digunakan oleh kaum jelata.

Untuk aksesoris para wanita biasanya menggunakan hiasan rambut yang disanggul kecil ke atas. Dilengkapi juga berbagai aksesoris seperti cincin polos, gelang akar bahar, dan giwang bundar. Tidak lupa alas kaki berupa sandal keteplek atau sandal jepit juga digunakan oleh para wanita kaum jelata.