skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com Open 7AM - 8PM

Mengapa Kerajaan Sriwijaya Disebut Sebagai Kerajaan Maritim

Mengapa kerajaan sriwijaya disebut sebagai kerajaan maritim | Sriwijaya yang berdiri di pulau Sumatra merupakan kerajaan besar yang memberi banyak pengaruh di Nusantara. Kekuasaan Sriwijaya membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa Barat dan kemungkinan Jawa Tengah. Dalam bahasa Sanskerta nama Sriwijaya mempunyai arti “kemenangan yang gilang-gemilang”.

Keberadaan kerajaan ini dibuktikan dengan kedatangan seorang pendeta Tiongkok dari Dinasti Tang, I Tsing. Pendeta tersebut menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 dan tinggal selama 6 bulan. Bukti lainnya adalah prasasti yang paling tua mengenai Sriwijaya juga berada pada abad ke-7, yaitu prasasti Kedukan Bukit di Palembang, bertarikh 682.

Pusat kerajaan Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatra Selatan sekarang). Tempat ini di sekitar situs Karanganyar yang saat ini dijadikan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Hal ini berdasarkan pada foto udara tahun 1984 yang memperlihatkan bahwa situs Karanganyar menampilkan bentuk bangunan air. Bangunan ini berupa jaringan kanal, parit, kolam serta pulau buatan yang disusun rapi yang dipastikan situs ini adalah buatan manusia. Bangunan air ini terdiri atas kolam dan dua pulau berbentuk bujur sangkar dan empat persegi panjang, serta jaringan kanal dengan luas areal meliputi 20 hektare. Di kawasan ini ditemukan banyak peninggalan purbakala yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat permukiman dan pusat aktivitas manusia.

Mengapa kerajaan sriwijaya disebut sebagai kerajaan maritim

Sriwijaya disebut sebagai kerajaan maritim karena menguasai jalur perdagangan maritim di Asia Tenggara pada abad ke-10. Akhir abad tersebut Kerajaan Medang di Jawa Timur berkembang sebagai kekuatan maritim baru dan mulai merongrong dominasi Sriwijaya. Bangsa Tiongkok dari Dinasti Song menyebut Kerajaan Sriwijaya dengan nama San-fo-tsi, sedangkan Kerajaan Medang dengan nama She-po. Kedua kerajaan ini terlibat persaingan untuk menguasai Asia Tenggara.

Baca juga:  Susunan Organisasi BPUPKI

Mengapa kerajaan sriwijaya disebut sebagai kerajaan maritim

Menurut prasasti Kota Kapur (tahun 686) yang ditemukan di pulau Bangka, Sriwijaya ini telah menguasai bagian selatan Sumatra, pulau Bangka dan Belitung, hingga Lampung. Prasasti ini menceritakan bahwa Sriwijaya melancarkan aksi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti. Peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah. Runtuhnya kedua kerajaan ini kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya. Kemungkinan yang dimaksud dengan Bhumi Jawa adalah Tarumanegara. Sriwijaya berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka, Selat Sunda, Laut Tiongkok Selatan, Laut Jawa, dan Selat Karimata.