Organ Penyusun Sistem Pernapasan Manusia Beserta Fungsinya

Organ Penyusun Sistem Pernapasan Manusia Beserta Fungsinya

Organ penyusun sistem pernapasan manusia beserta fungsinya | Bernapas merupakan aktivitas rutin dan sangat penting dilakukan oleh manusia. Kita rata-rata bernapas sebanyak 12-18 kali setiap menitnya. Berarti dalam satu hari manusia bernapas sebanyak 17.280 kali. Sistem pernapasan pada manusia ditunjang dengan organ-organ yang berfungsi dalam proses bernapas.

Organ penyusun sistem pernapasan manusia beserta fungsinya

Organ penyusun sistem pernapasan manusia beserta fungsinya

Hidung dan Rongga Hidung

Hidung merupakan organ pernapasan terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara. Hidung berfungsi menghirup oksigen (O2) dan tempat keluarnya karbon dioksida (CO2). Hidung terletak di tulang tengkorak dan tersusun dari tulang rawan, tulang, otot, dan kulit. Hidung memiliki rongga hidung berperan penting dalam proses pernapasan.

Rongga hidung mempunyai fungsi untuk melembabkan, menghangatkan, dan menyaring (filter) udara yang masuk ke tubuh. Bulu dan lendir (mucus) pada rongga hidung berfungsi untuk menangkap debu, spora jamur, dan zat asing udara.

Tenggorokan (Faring)

Tenggorokan merupakan persimpangan antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Saluran pernafasan antara rongga hidung ke tenggorokan (nasofarings) terletak pada bagian depan. Rongga mulut ke kerongkongan sebagai saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang. Fungsi utama tenggorokan adalah menyediakan saluran bagi udara yang masuk dan keluar juga sebagi jalan makanan yang ditelan. Tenggorokan atau faring juga menyediakan ruang dengung (resonansi) untuk proses bersuara.

Makan sambil berbicara dapat menyebabkan makanan masuk ke saluran pernapasan karena dalam posisi sedang terbuka. Namun demikian, saraf akan mengatur proses menelan, bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan. Jika terjadi secara bersamaan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Pangkal Tenggorokan (Learing)

Pangkal tenggorok atau kotak suara terdiri atas tulang rawan yang membentuk jakun. Jakun tersusun dari tulang lidah, katup tulang rawan, perisai tulang rawan, piala tulang rawan dan gelang tulang rawan. Pangkal tenggorok memiliki katup pangkal tenggorokan atau disebut dengan epiglottis. Ketika menelan makanan, epiglottis menutupi laring sehingga makanan tidak masuk ke dalam saluran perbapasan.

Anak laki-laki yang ttelah mencapai akil balig, hormone testosterone memperbesar laring sehingga pita suaranya lebih panjang dan jakunnya lebih menonjol. Suaranya akan berubah dan nada menurun sekitar satu oktaf. Anak wanita terjadi pula hal serupa, tetapi pada masa akil balig perubahannya lebih kecil.

Baca juga:  Ovarium Adalah Tempat Terjadinya Sel Telur

Batang Tenggorokan (Trakea)

Trakea berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm dan terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding batang tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Trakea tersusun atas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Pada bagian belakang tidak tersambung dan menempel pada esofagus yang berguna untuk mempertahankan trakea tetap terbuka.

Lapisan terdalam trakea terdiri atas jaringan epitelium bersilia. Jaringan ini memiliki lendir untuk menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara. Debu dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju bagian belakang mulut yang dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini memiliki fungsi menyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan.

Cabang Tenggorokan (Bronkus)

Bronkus berjumlah sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan satu lagi menuju paru-paru kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus mirip dengan trakea. Bedanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar. Bronkus berfungsi menyediakan jalan bagi udara yang masuk dan keluar paru-paru.

Batang tenggorokan mempunyai dua cabang, yaitu bronkus sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju ke paru-paru, yang bercabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan atau primer, bercabang menjadi tiga bronkus lobaris atau bronkus sekunder. Bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

Bronkiolus

Bronkiolus adalah cabang dari bronkus. Bronkiolus ini bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus ini tidak mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia dan bermuara ke alveolus. Bronkiolus cirinya adalah tidak adanya tulang rawan dan kelenjar pada mukosanya. Bagian awal dari cabang bronkiolus hanya memiliki sebaran sel globet dan epitel. Fungsi bronkiolus adalah alat yang menghubungkan oksigen yang kita hirup agar mencapai paru-paru.

Baca juga:  Apa yang menjadi objek pengamatan IPA

Alveolus

Alveolus adalah saluran akhir dari alat pernapasan yang berbentuk gelembung-gelembung udara. Dinding Alveolus lembab dan berlekatan erat dengan kapiler-kapiler darah. Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara. Alveolus mempunyai peran dalam pertukaran gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke udara.

Diafragma

Diafragma merupakan otot pada paru (bagian bawah) yang memiliki kubah dimana pernapasan dimulai. Ketika kita menarik napas, diafragma berkontraksi mendatar dan ditarik ke bawah. Gerakan ini membuat ruang paru-paru meningkat dan udara dapat ditarik ke paru-paru. Ketika mengeluarkan napas, diafragma mengembang, mengurangi ruang dan udara dipaksa keluar.

Paru-Paru (Pulmo)

Paru-paru merupakan alat pernapasan utama yang terletak dalam rongga dada. Paru-paru terletak di sebelah kanan dan kiri serta ditengahnya dipisahkan oleh jantung. Jaringan paru-paru berbentuk elastik, berpori dan seperti spon. Jika diletakkan di dalam air, paru-paru akan mengapung karena memiliki udara di dalamnya.

Paru-paru terdiri dari beberapa belahan atau lobus. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus, setiap lobus tersusun atas lobula. Paru-paru dilapisi oleh membrane atau selaput serosa rangkap dua yang disebut pleura. Antara kedua lapisan pleura itu terdapat eksudat untuk melumasi permukaannya. Hal ini untuk mencegah terjadinya gesekan antara paru-paru dan dinding dada saat bernapas.

Tekanan pada rongga pleura atau intratoraks lebih kecil dari pada tekanan udara di luar, sekitar 3-4 mmHg. Bagian dalam paru-paru terdapat gelembung halus yang merupakan perluasan permukaan paru-paru yang disebut dengan alveolus. Alveolus ini jumlahnya lebih kurang 300 juta buah. Luas permukaan paru-paru diperkirakan mencapai 160 m2 atau 100 kali lebih luas dari pada luas permukaan tubuh.

Demikianlah berbagai macam organ-organ penyusun sistem pernapasan pada manusia. Organ pernapasan utamanya ialah paru-paru (pulmo) dan dibantu oleh alat-alat parnapasan lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *