skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com Open 7AM - 8PM

Perbedaan DNA dan RNA Beserta Penjelasannya

Perbedaan DNA dan RNA adalah terletak pada rantai, DNA memiliki rantai panjang dan ganda berpilin (double helix), sedang RNA mempunyai rantai tunggal dan pendek. DNA dan RNA merupakan salah satu materi pada pelajaran biologi. Materi genetik DNA dan RNA termasuk salah satu materi yang sangat menarik untuk dipelajari. Materi ini memberikan informasi tentang setiap sel makhluk hidup yang dapat diturunkan pada keturunan berikutnya. Materi genetik yang disebut juga dengan asam nukleat atau faktor hereditas terdiri atas kromosom, gen, DNA, dan RNA.

Kromosom, gen, DNA, dan RNA

Kromosom merupakan struktur di dalam sel berbentuk deret panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA dan berbagai protein terkait yang merupakan informasi genetik suatu organisme. Sama halnya molekul kelima jenis histon dan faktor transkripsi yang terdapat pada beberapa deret, termasuk gen unsur regulator dan sekuens nukleotida. Selama mitosis atau pembelahan sel, kromosom terkondensasi dan disebut kromosom metafase.

Gen merupakan bagian penerus sifat-sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisik gen adalah urutan DNA yang melekat dalam suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Gregor Mendel berpendapat adanya suatu sifat atau karakter di dalam tubuh suatu individu yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hugo de Vries, me-namakan suatu itu dengan pangen (baca: “pan-gen”) dalam buku karangannya “Intracellular Pangenesis” yang terbit tahun 1889. Hugo de Vries mendefinisikan pangen sebagai “partikel terkecil yang mewakili satu penciri terwariskan”.

DNA yang dalam bahasa Inggris disebut deoxyribo nucleic acid, adalah sejenis biomolekul yang menyimpan dan menyandi instruksi-instruksi genetika setiap organisme dan banyak jenis virus. Informasi genetika ini berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi organisme dan virus. DNA merupakan asam nukleat; bersamaan dengan protein dan karbohidrat, asam nukleat adalah makromolekul esensial bagi seluruh makhluk hidup yang diketahui. Sebagian besar molekul DNA terdiri dari dua unting biopolimer yang berpilin satu sama lainnya membentuk heliks ganda. Dua unting DNA ini dikenal sebagai polinukleotida karena keduanya terdiri dari satuan-satuan molekul yang disebut nukleotida.

Baca juga:  Apa yang menjadi objek pengamatan IPA

Proses biokimia

Melalui proses biokimia atau transkripsi, unting DNA digunakan sebagai tempat untuk membuat unting RNA. Unting RNA ini kemudian ditranslasikan untuk menentukan urutan asam amino protein yang dibangun. Struktur kimia DNA yang ada membuatnya sangat cocok untuk menyimpan informasi biologis setiap makhluk hidup. Rantai punggung DNA resisten terhadap pembelahan kimia, dan kedua-dua unting dalam struktur unting ganda DNA menyimpan informasi biologis yang sama.

RNA dalam bahasa Inggris disebut ribonucleic acid, adalah molekul polimer yang terlibat dalam berbagai peran biologis dalam mengkode, dekode, regulasi, dan ekspresi gen. RNA dan DNA merupakan asam nukleat, dan, bersama dengan protein dan karbohidrat, merupakan empat makromolekul utama yang penting untuk semua bentuk kehidupan. RNA sama halnya dengan DNA, dirakit sebagai rantai nukleotida, namun RNA lebih sering ditemukan di alam sebagai untai tunggal yang melipat ke dirinya sendiri, daripada untai ganda berpasangan. Organisme seluler menggunakan RNA duta atau messenger RNA (mRNA) untuk menyampaikan informasi genetik. Informasi ini menggunakan huruf G, U, A, dan C untuk menunjukkan basa nitrogen guanin, urasil, adenin, dan cytosine.

Perbedaan DNA dan RNA

Perbedaan DNA dan RNA

  • DNA memiliki bentuk rantai panjang , ganda, dan berpilin (double heliks) sedangkan RNA berbentuk rantai pendek, tunggal, dan tidak berpilin
  • DNA berfungsi mengendalikan faktor keturunan dan sebagai materi genetik (bahan baku) untuk sintesis protein sintesis protein, sedangkan RNA berfungsi mengendalikan sintesis protein
  • DNA berada dalam nukleus, kloroplas, mitokondria sedangkan RNA terletak dalam nukleus, sitoplasma, kloroplas, mitokondria
  • DNA memiliki komposisi gula Deoksiribosa, sedangkan RNA komponen gulanya Ribosa
  • DNA memiliki ukuran yang panjang, berbeda dengan RNA yang memiliki ukuran yang pendek
  • Jenis Basa Nitrogen pada DNA adalah Purin (adenin dan guanin) gugus fosfat. dan Pirimidin (sitosin dan timin). Pada RNA Jenis Basa Nitrogen nya adalah Purin (adenin dan guanin) dan Pirimidin (sitosin dan urasil)
  • DNA memiliki kadar yang tetap, tidak dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein. RNA kadarnya berubah-ubah sesuai sesuai dengan jumlah sintesis protein yang dibutuhkan.
  • DNA keberadaannya bersifat tetap atau permanen sedangkan RNA berada dalam periode yang pendek karena mudah terurai.
Baca juga:  Apa Fungsi Selulosa Pada Tumbuhan