skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com Open 7AM - 8PM

Pernyataan tentang Kromosom DNA dan Inti Sel

Pernyataan tentang Kromosom DNA dan inti sel | Kromosom adalah struktur di dalam sel bentuknya seperti deret panjang molekul yang terdiri dari satu molekul DNA dan berbagai protein. Kromosom terkait memberikan informasi genetik tentang suatu organisme. Setiap kromosom mempunyai dua lengan, yang pendek disebut lengan p dan lengan yang panjang lengan q.

Kromosom untuk pertama kali diamati oleh Karl Wilhelm von Nägeli pada tahun 1842 dan ciri-cirinya dijelaskan dengan detail oleh Walther Flemming pada 1882. Prinsip-prinsip klasik genetika adalah pemikiran deduksi dari Gregor Mendel pada 1865 yang banyak diabaikan orang sampai tahun 1902. Theodor Boveri dan Walter Sutton menemukan kesamaan antara perilaku kromosom saat meiosis dengan hukum Mendel dan mendapat kesimpulan bahwa kromosom merupakan pembawa gen.

Pernyataan tentang Kromosom DNA dan Inti Sel

Hasil penelitian Sutton dan Boveri tersebut menjadi kontroversi dan perdebatan para pakar ketika itu. Hasil penelitian ini kemudian dikenal sebagai teori Sutton-Boveri atau hipotesis Sutton-Boveri atau teori hereditas kromosom. Pada tahun 1910, Thomas Hunt Morgan menemukan bukti bahwa kromosom merupakan unsur pembawa gen.

Pernyataan tentang Kromosom DNA dan Inti Sel

DNA yang merupakan singkatan dari Deoxyribo Nucleic Acid adalah asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA memberikan informasi genetik tentang jenis rambut, warna kulit, dan sifat-sifat khusus manusia. DNA manusia terdapat di dalam inti sel dan di dalam mitokondria. Setiap manusia mempunyai DNA yang unik.

Ahli forensik menggunakan DNA yang terdapat dalam darah, sperma, kulit, liur atau rambut yang tersisa di tempat kejadian kejahatan untuk mengidentifikasi kemungkinan tersangka. Proses ini disebut fingerprinting genetika atau pemprofilan DNA (DNA profiling). Pemprofilan DNA dikembangkan pada 1984 oleh genetikawan Inggris Alec Jeffreys dari Universitas Leicester. Pemprofilan DNA pertama kali digunakan untuk mendakwa Colin Pitchfork pada 1988 dalam kasus pembunuhan Enderby di Leicestershire, Inggris.

Baca juga:  Berapa Lama Penerbangan dari Surabaya ke Jakarta

Setiap makhluk hidup memiliki organel sel yang sama penyebutannya, merupakan salah satu bagian pada sitoplasma. Organ sel memiliki beberapa kantong dan organel tersendiri. Salah satu organel yang terdapat pada organ sel ini adalah nukleus atau disebut dengan inti sel. Inti sel atau nukleus adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.

Fungsi utama inti sel adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.