skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com Open 7AM - 8PM

Susunan Organisasi BPUPKI

Susunan Organisasi BPUPKI | Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (disingkat BPUPKI) merupakan badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan balatentara Jepang. BPUPKI disetujui pembentukannya oleh pemerintahan militer Jepang pada 1 Maret 1945 oleh Kumakichi Harada. Namun secara resmi diumumkan pada tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Dibentuknya badan ini merupakan upaya mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia dengan menjanjikan akan membantu proses kemerdekaan.

Susunan Organisasi BPUPKI terdiri dari 67 orang anggota, dengan ketua Dr. Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Ichibangase Yosio dan Raden Pandji Soeroso. Diluar badan ini dibentuk pula sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha dipimpin oleh Raden Pandji Soeroso dengan wakil Mr. Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda Toyohiko.

Tugas dari BPUPKI adalah mempelajari dan menyelidiki dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka. Hal tersebut yang berkaitan dengan aspek-aspek politik, ekonomi, tata pemerintahan, dan hal-hal yang diperlukan. Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan BPUPKI dan membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai) memiliki anggota sebanyak 21 orang yang mencerminkan perwakilan dari berbagai etnis di wilayah Hindia-Belanda. PPKI terdiri dari: 12 orang asal Jawa, 3 Sumatra, 2 Sulawesi, 1 Kalimantan, 1 Sunda Kecil (Nusa Tenggara), 1 Maluku, 1 etnis Tionghoa.

Susunan Organisasi BPUPKI

Awal persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI

Perdana Menteri Jepang, Jenderal Kuniaki Koiso, pada tanggal 7 September 1944 mengumumkan bahwa Indonesia akan dimerdekakan kelak. Sesudah tercapai kemenangan akhir dalam perang Asia Timur Raya. Jepang berharap dengan cara tersebut tentara Sekutu akan disambut oleh rakyat sebagai penyerbu negara Indonesia mereka. Memenuhi janji tersebut BPUPKI resmi dibentuk pada tanggal 29 April 1945, bertepatan dengan ulang tahun kaisar Jepang, Kaisar Hirohito.

Baca juga:  Negara Yang Terletak Paling Utara di Asean

Sejak dibentuk, BPUPKI telah mengadakan dua kali persidangan resmi dan juga adanya pertemuan yang tak resmi oleh panitia kecil di bawah BPUPKI. Pada tanggal 28 Mei 1945, diadakan acara pelantikan dan pembukaan persidangan BPUPKI yang pertama di gedung “Chuo Sangi In”. Pada zaman kolonial Belanda gedung ini merupakan gedung Volksraad (semacam lembaga “Dewan Perwakilan Rakyat Hindia-Belanda”). Sekarang gedung tersebut dikenal dengan Gedung Pancasila, yang berlokasi di Jalan Pejambon 6 – Jakarta. Masa persidangan BPUPKI yang pertama diadakan selama empat hari dimulai pada tanggal 29 Mei 1945. Sidang yang berlangsung sampai dengan tanggal 1 Juni 1945, tujuannya adalah membahas bentuk negara Indonesia. Filsafat negara “Indonesia Merdeka” serta merumuskan dasar negara Indonesia.

Sidang BPUPKI diawali dengan membahas bentuk negara Indonesia yang akan disepakati. Sidang sepakat dengan bentuk “Negara Kesatuan Republik Indonesia” (NKRI). Agenda sidang selanjutnya merumuskan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. BPUPKI menyusun dan merumuskan dasar negara Republik Indonesia yang akan menjiwai isi dari Undang-Undang Dasar. Untuk mendapatkan rumusan dasar negara Republik Indonesia yang benar-benar tepat, tampil pidato dari tiga orang tokoh pergerakan nasional. Ketiga tokoh tersebut mengajukan pendapatnya tentang dasar negara Republik Indonesia. Ketiga tokoh tersebut adalah Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H, Prof. Mr. Dr. Soepomo dan Ir. Soekarno.

Sidang BPUPKI yang kedua dilaksanakan tanggal 10 Juli 1945 hingga tanggal 17 Juli 1945. Sidang BPUPKI yang kedua ini membahas tentang wilayah, kewarganegaraan, rancangan UUD, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, serta pendidikan dan pengajaran. Dalam sidang kedua ini, anggota BPUPKI dibagi-bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia kecil yang terbentuk adalah: Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai oleh Ir. Soekarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai oleh Raden Abikusno Tjokrosoejoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta).

Baca juga:  Keunikan Pakaian Adat Jawa Barat

Susunan Organisasi BPUPKI:

  1. Abdul Kaffar
  2. K.H. Ahmad Sanusi
  3. Abdoel Kahar Moezakir
  4. Abdurrahman Baswedan
  5. Agus Musin Dasaad
  6. BKPH Suryohamijoyo
  7. BPH Bintoro
  8. BPH Purubojo
  9. Dr. Kanjeng Raden Tumenggung Radjiman Wedyodiningrat
  10. Dr. Raden Boentaran Martoatmodjo
  11. Dr. Raden Suleiman Effendi Kusumah Atmaja
  12. Dr. Samsi Sastrawidagda
  13. Dr. Soekiman Wirjosandjojo
  14. Drs. KRMH Sosrodiningrat
  15. Drs. Mohammad Hatta
  16. Haji Agus Salim
  17. Ichibangase Yosio
  18. Ir. Pangeran Muhammad Noor
  19. Ir. R. Ashar Sutejo Munandar
  20. Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokroadisoerjo
  21. Ir. Roosseno Soerjohadikoesoemo
  22. Ir. Soekarno
  23. K.H. Abdul Halim
  24. Ki Bagoes Hadikoesoemo
  25. Ki Hadjar Dewantara
  26. Kiai Haji Abdul Fatah Hasan
  27. Kiai Haji Abdul Wahid Hasjim
  28. Kiai Haji Mas Mansoer
  29. Kiai Haji Masjkur
  30. Liem Koen Hian
  31. Mas Aris
  32. Mas Sutardjo Kertohadikusumo
  33. Mr. Alexander Andries Maramis
  34. Mr. Johannes Latuharhary
  35. Mr. KRMT Wongsonegoro
  36. Mr. Mas Besar Mertokusumo
  37. Mr. Mas Soesanto Tirtoprodjo
  38. Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H.
  39. Mr. RA Maria Ulfah Santoso
  40. Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo
  41. Mr. Raden Hindromartono
  42. Mr. Raden Mas Sartono
  43. Mr. Raden Panji Singgih
  44. Mr.Rd. Syamsuddin
  45. Mr. Raden Sastromulyono
  46. Mr. Raden Soewandi
  47. Oey Tiang Tjoei
  48. Oei Tjong Hauw
  49. P.F. Dahler
  50. Parada Harahap
  51. Prof. Dr. Pangeran Ario Hussein Jayadiningrat
  52. Prof. Dr. Raden Djenal Asikin Widjaja Koesoema
  53. Prof. Mr. Dr. Soepomo
  54. R. Abdulrahim Pratalykrama
  55. RAA Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
  56. RAA Wiranatakoesoema V
  57. Raden Abdul Kadir
  58. Raden Abikusno Tjokrosoejoso
  59. Raden Asikin Natanegara
  60. Raden Mas Margono Djojohadikusumo
  61. Raden Oto Iskandar di Nata
  62. Raden Pandji Soeroso
  63. Raden Ruslan Wongsokusumo
  64. Raden Sudirman
  65. Raden Sukarjo Wiryopranoto
  66. RMTA Soerjo
  67. RMTA Wuryaningrat