skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com Open 7AM - 8PM

Tujuan Utama Latihan Kebugaran Jasmani

Tujuan utama latihan kebugaran jasmani adalah menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh supaya dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan. Bahkan dalam aktivitas yang berlebihan seperti ketika lembur dalam pekerjaan, tubuh tetap bugar dan prima. Seorang atlit olahraga akan diuji ketahanan tubuhnya saat menghadapi pertandingan yang cukup melelahkan. Dengan kata lain kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh dalam melaksanakan aktivitas sampai batas toleransi tanpa kelelahan.

Tujuan utama latihan kebugaran jasmani

Tujuan latihan kebugaran jasmani seperti yang dijelaskan diatas sesuai dengan pendapat beberapa orang ahli. Muhajir berpendapat bahwa “Kebugaran jasmani adalah kemampuan fisik dari seseorang dalam melakukan adaptasi terhadap beberapa kegiatan sehari-hari tanpa merasakan rasa capek dan lelah”. Djoko Pekik Irianto menyatakan “Kebugaran jasmani adalah kemampuan dari manusia dalam melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari dan masih tetap memiliki tenaga cadangan untuk melakukan kegiatan tambahan”.

Manfaat kebugaran jasmani

Selain menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, kebugaran jasmani memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Menjaga kesehatan, manfaat dari tubuh yang bugar adalah untuk mencegah dan menghindarkan kita dari berbagai penyakit. Seseorang dengan kualitas kebugaran jasmani yang baik memiliki resiko lebih rendah mengalami penyakit tertentu. Kebugaran jasmani yang baik akan terhindar dari penyakit jantung dan hipertensi.
  2. Memperlancar sirkulasi darah, dengan latihan kebugaran jasmani akan memperlancar aliran darah dan memperkuat sistem kerja jantung.
  3. Stamina kuat, latihan kebugaran jasmani yang tepat dapat membuat tubuh menjadi enerjik dan stamina menjadi kuat.
  4. Mencegah obesitas, kelebihan berat badan dapat dicegah atau dihindari dengan rutin melakukan latihan kebugaran jasmani.
  5. Memperkuat tulang, gerakan latihan kebugaran jasmani menjadikan tulang kuat sehingga dapat membawa beban tanpa kesulitan. Tulang yang kuat akan terhindar dari pengeroposan dan melindungi dari patah tulang ketika terjatuh.

Komponen kebugaran jasmani

Komponen kebugaran jasmani terdiri dari beberapa unsur atau indikator yang menunjukan tubuh yang bugar, diantaranya adalah:

  • Kekuatan atau Strength, kemampuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Kekuatan otot dapat diraih dengan latihan beban berat dan frekuensi sedikit.
  • Daya Tahan atau Endurance, kemampuan organ tubuhnya seperti jantung dan paru-paru secara efektif dan efisien dalam melakukan aktivitasnya.
  • Daya Otot atau Muscular Power, disebut juga daya ledak otot “explosive power” adalah kemampuan dalam menggunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu se singkat-singkatnya.
  • Kecepatan atau Speed, kemampuan dalam melakukan gerakan berkesinambungan dalam waktu se singkat-singkatnya. Bentuk latihan yang dilakukan untuk meningkatkan kecepatan ialah berlari 50-200 meter.
  • Daya Lentur atau Flexibility, efektivitas tubuh manusia dalam menyesuaikan diri dengan gerakan atau aktivitas yang mengandalkan kelenturan tubuh.
  • Kelincahan atau Agility, kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan posisi-posisi tubuh seperti dari depan ke belakang atau dari kiri ke kanan.
  • Koordinasi atau Coordination, kemampuan seseorang dalam menyatukan gerakan tubuh berbeda ke dalam satu gerakan yang efektif.
  • Keseimbangan atau Balance, kemampuan untuk mengendalikan organ dan syarat otot sehingga bisa mengendalikan gerakan tubuh dengan baik.
  • Ketepatan atau Accuracy, kemampuan dalam mengendalikan gerakan sesuai dengan sasaran.
  • Reaksi atau Reaction, kemampuan seseorang dalam menanggapi rangsangan atau stimulus yang diberikan orang lain.
Baca juga:  Penemu Sepak Bola Pertama Kali

Bentuk latihan kebugaran jasmani

Tujuan-Utama-Latihan-Kebugaran-Jasmani

 

Bentuk latihan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan adalah seperti berikut ini:

  1. Push up, gerakan telungkup dorong angkat badan. Tujuan push up adalah untuk melatih kekuatan otot lengan. Push up dilakukan dengan cara : (1) Kondisi tidur telungkup, rapatkan kedua kaki lurus ke belakang dengan ujung kaki bertumpu pada lantai. (2) Kedua telapak tangan menapak lantai di samping dada, jari-jari menghadap ke depan, siku ditekuk. (3) Angkat badan ke atas hingga kedua tangan lurus, sementara posisi kepala, badan, dan kaki berada dalam satu garis lurus. (4) Badan diturunkan kembali dengan cara menekuk lengan, sementara posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus tidakmenyentuh lantai. (5) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai tidak kuat.
  2. Pull up, gerakan gantung angkat tubuh. Tujuan melakukan gerakan pull up adalah untuk melatih kekuatan otot lengan. Pull up dilakukan dengan cara: (1) Sikap awal : bergantung pada palang tunggal, jarak kedua tangan selebar bahu, posisi telapak tangan mengahadap kearah kepala, kedua lengan lurus. (2) Mengangkat tubuh ke atas hingga dagu berada di atas palang. (3) Badan diturunkan kembali dengan cara meluruskan lengan, sementara posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus. (4) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sampai tidak kuat.
  3. Jongkok angkat tubuh, untuk melatih kekuatan otot lengan. Cara melakukan : (1) Jongkok, kedua kaki sedikit terbuka, kedua telapak tangan menempel di lantai di antara kedua paha mendekati lutut, dan lengan lurus. (2) Sentuhan paha ke bagian dalam dekat dengan siku tangan (3) Angkat kedua kaki ke atas secara perlahan-lahan hingga lepas dan lantai, siku dapat berfungsi sebagai penahan pada paha. (4) Tahan gerakan ini selama mungkin.
  4. Berjalan telungkup dengan tangan, untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu. Cara melakukan : (1) Latihan ini dilakukan berpasangan, satu orang berjalan dengan telapak tangan, sedangkan pasangannya membantu dengan memegang mengangkat kedua kakinya. (2) Latihan ini dilakukan berulang-ulang dan bergantian dengan jarak tempuh 10 meter
  5. Latihan kekuatan otot perut (sit up), untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu. Cara melakukan : a) Sikap awal tidur telentang, kedua lutut ditekuk, jari-jari berkaitan di belakang kepala, dan pergelangan kaki dipegang oleh teman. b) Angkat badan ke atas sampai posisi duduk, kedua tangan tetap berada di belakang kepala. c) Badan diturunkan kembali ke sikap awal. d) Gerakan ini dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin.
Baca juga:  Ukuran Lapangan Badminton